Mahyudin kaget setelah mendapat laporan dari seorang warga yang melihat kaki manusia di toilet rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah II, Makassar, Sulawesi Selatan. Warga tersebut sebelumnya hendak buang air kecil di lokasi itu. Menuntaskan rasa penasarannya, Mahyudin kemudian mengecek ke lokasi.
Warga ini pun syok melihat apa yang ada di hadapannya. Sesosok mayat anak perempuan ditemukan dalam kondisi telanjang di dalam toilet. Korban diketahui berinisial JN (12). Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada salah satu personel polisi yang juga merupakan warga setempat.
Tak berselang lama, kejadian ini pun dilaporkan ke Polsek Tallo. Garis polisi dipasang di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diotopsi.
Aparat kepolisian membekuk tersangka berinisial I (19) yang diduga melakukan rudapaksa disertai pembunuhan terhadap anak perempuan berinisial JN (12). Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi tanpa busana di toilet rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah II, Makassar, Sulawesi Selatan.
{next}
“Dari hasil penyelidikan awal, tim di lapangan berbicara dengan para saksi dan melihat kondisi di lokasi. Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba terjadi keributan yang diduga sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian petugas,” ujar Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, di Makassar, Rabu.
Menurut Arya, keributan itu diduga sengaja dibuat agar tim Inafis, Dokpol, serta personel Satreskrim Polsek Tallo dan Polrestabes Makassar meninggalkan lokasi.
Petugas kemudian mencurigai seorang pria berbaju merah yang berada di sekitar lokasi. Setelah diamankan dan diperiksa, pria tersebut diketahui berinisial I (19).
“Itu dilakukan supaya polisi cepat pergi dari situ mengurusi kegiatan lain. Ternyata dia adalah pelakunya,” tuturnya.
Saat diamankan, tersangka mengakui perbuatannya setelah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi menyebut pelaku telah memperhatikan korban sejak beberapa waktu terakhir.
“Berdasarkan keterangan pelaku, dia juga pengguna narkotika dan sering menonton film porno di ponselnya. Itu yang memicu pelaku melihat korban,” ujar Arya.
Modus yang digunakan pelaku yakni meminta korban membelikan air mineral dan makanan. Setelah korban kembali, pelaku diduga menyeret korban ke dalam rumah kosong.
“Korban langsung dibekap mulutnya dan kepalanya dibenturkan karena sempat meronta,” katanya.
Arya menambahkan, setelah korban tidak sadarkan diri, pelaku kembali melakukan tindak kekerasan terhadap korban.
Sementara itu, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi resmi dari tim dokter forensik.
EA