![]() |
| SAR Hari Keempat Fokus Titik Koordinat, Penyisiran Kunci Pesawat ATR di Bulusaraung |
Pada tahap ini, fokus operasi diarahkan pada penyisiran lanjutan di lokasi-lokasi temuan yang telah dipetakan berdasarkan koordinat akurat hasil pengumpulan data lapangan hari-hari sebelumnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa strategi hari keempat menitikberatkan pada penguatan data temuan guna mempercepat proses evakuasi.
“Pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan kembali menyisir area-area yang sebelumnya telah ditemukan barang milik korban dan serpihan pesawat. Penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai rencana operasi,” ujar Arif.
9 SRU Dikerahkan di Medan Ekstrem
Arif menjelaskan, tim SAR gabungan dibagi ke dalam sembilan Search and Rescue Unit (SRU) yang bekerja berdasarkan pemetaan lokasi temuan korban, barang pribadi, serta bagian-bagian badan pesawat.
Medan operasi berada di tebing karst curam Pegunungan Bulu Saraung, dengan estimasi kedalaman mencapai ratusan meter dari puncak, sehingga memerlukan teknik khusus dan perencanaan matang.
“SRU 1 hingga SRU 5 menyisir beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal, mulai dari lokasi korban pertama, serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua di sekitar air terjun,” jelasnya.
Sementara itu, SRU 6 melakukan pengecekan lanjutan terhadap lokasi ekor pesawat yang berada di kedalaman sekitar 200 meter.
Proses evakuasi korban ditangani oleh SRU 7, dengan pemindahan menuju area persawahan Kampung Baru, sedangkan SRU 8 bertugas mengamankan jalur evakuasi untuk menjamin keselamatan personel.
Helikopter Perkuat Pemetaan Udara
Dari sektor udara, SRU 9 mengerahkan helikopter dari Lanud Hasanuddin untuk melakukan penyisiran wilayah Pegunungan Bulu Saraung.
Pemetaan udara ini berfungsi untuk memperkuat visualisasi lokasi temuan, sekaligus memberikan panduan strategis bagi tim darat yang bekerja di medan ekstrem.
“Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan temuan lapangan. Medan curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan utama, namun operasi tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan personel,” tegas Arif.
Operasi Gabungan Terus Berlanjut
Operasi SAR hari keempat melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai potensi SAR lainnya. Seluruh unsur memastikan setiap tahapan dilakukan secara terukur, profesional, dan berorientasi keselamatan.
Basarnas menegaskan, perkembangan operasi SAR akan terus disampaikan secara berkala kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam misi kemanusiaan ini.
EA
