Back to Top
Story

Tangis dari Kamar Sebelah Itu Membuatku Takut Mati

EA
Selasa, Mei 26, 2026
0 Komentar
Beranda
Story
Tangis dari Kamar Sebelah Itu Membuatku Takut Mati

ILUSTRASI. Penanganan medis Tangis terdengar dari kamar sebelah ruang perawatan yang saya tempati. Raungan itu kian ramai, silih berganti memecah sunyi lorong rumah sakit. Suara lirih itu menembus dinding pemisah. Saya membatin, penghuni kamar di sebelah sedang dilanda duka. Ada seseorang yang baru saja kehilangan orang tercinta. Kematian memang tidak dapat ditebak. Ia bukan teka-teki, melainkan kepastian yang sewaktu-waktu menghampiri siapa saja. Tiba-tiba suasana duka itu menghantam lubuk hati. Otak saya bekerja keras memikirkannya. Ketakutan saya terhadap kematian mendadak menjadi-jadi. Keberadaan saya di rumah sakit bukan tanpa sebab. Beberapa hari sebelumnya, tubuh saya mulai memberi tanda. Saat berjalan, keseimbangan terasa goyah. Langkah tidak lagi kokoh. Ketika berbicara, kata-kata keluar tidak sejelas biasanya. Rabu pagi, 13 Mei, saat hendak bersiap berangkat kerja, istri saya menatap dengan wajah khawatir. “Cara ngomong ta beda,” katanya pelan. Bukan hanya b...
Baca selengkapnya

Penulis blog

Tidak ada komentar

Berkomentarlah dengan bijak dan sopan. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, dan masukan yang membangun, dengan senang hati Kami persilakan. Terima Kasih.